Abstrak
Latar belakang: Masa tumbuh kembang anak merupakan masa yang dimulai sejak dari dalam kandungan. Setiap proses tumbuh kembang anak mempunyai ciri khas tersendiri yang akan berdampak pada faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Ada beberapa gangguan yang menghambat pertumbuhannya, salah satunya kelumpuhan pada otak atau biasa disebut Cerebral Palsy. Cerebral Palsy Spastik Diplegi adalah suatu kondisi kekakuan otot dan dapat mempengaruhi kontrol sistem motorik akibat dari lesi pada otak atau kelumpuhan otak yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Tujuan: untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada kasus cerebral palsy spastik diplegi dengan modalitas Neuro Development Treatment dan Kinesiotaping. Metode: menggunakan studi kasus yang dilakukan di Klinik YPAC Surakarta tanggal 2-13 Juli 2024, yang pelaksanaannya dilakukan sebanyak 6 kali terapi dengan 3 kali terapi dalam 1 minggu selama 2 minggu. Hasil: penatalaksanaan fisioterapi menggunakan modalitas Neuro Development Treatment dan Kinesiotaping mendapatkan hasil yang tidak signifikan untuk penurunan spastisitas, peningkatan kekuatan otot, peningkatan fungsi motorik, dan peningkatan kemampuan kemandirian fungsional. Kesimpulan: pemberian Neuro Develpoment Treatment dan Kinesiotaping selama 2 minggu dengan 3 kali terapi masih belum mendapatkan hasil yang signifikan untuk mengatasi problematika yang muncul pada kasus Cerebral Palsy Spastik Diplegi. Orang tua pasien perlu memberikan terapi ecara rutin dan stimulasi motorik maupun fungsional yang dapat dilakukan di rumah sesuai dengan anjuran fisioterapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Referensi
Abidin Z, dkk. 2017. Pengaruh Terapi Latihan Metode Bobath terhadap Cerebral Palsy Diplegi Spastic. Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi (JFR) Vol. 1, No.1, Tahun 2017, ISSN 2548-8716
Fuadi, D. F., & Suminarti, S. (2022). Systematic Review: Efektivitas Bobath Exercise Pada Cerebral Palsy Spastik Diplegi. Indonesian Journal of Health Science, 2(2), 44-53.
Izzati, R., Wibowo, T. B., & Puteri, M.M. (2018). Hubungan osmolalitas dan level elektrolit saliva terhadap prevalensi karies anak cerebral palsy. Indonesian Journal of Paediatric Dentistry, 1(1), 17-21.
Putra, M. F. A., & Zaidah, L. (2020, May). Pengaruh Bobath Neuro Development Treatment (Ndt) Terhadap Kemampuan Duduk pada Penderita Cerebral Palsy Usia 6 Bulan Sampai 12 Tahun. In Prosiding University Research Colloquium (pp. 16-20).
Purnomo, D., Kuswardani, K., & Novitasari, R. (2018). Pengaruh Terapi Latihan Terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional Pada Kasus Cerebral Palsy Spastik Diplegia. Jurnal Fisioterapi Dan Rehabilitasi, 2(1), 1-8.
Selekta, M. C. (2018). Cerebral palsy tipe spastik quadriplegi pada anak usia 5 tahun. Jurnal Majority, 7(3), 186-190.
Tabatabaee, M., Cheraghifard, M., & Shamsoddini, A. (2019). The effects of kinesio taping of lower limbs on functional mobility, spasticity, and range of motion of children with spastic cerebral palsy. The Egyptian Journal of Neurology, Psychiatry and Neurosurgery, 55, 1-6.
