https://ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/issue/feed Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes ) 2026-02-04T10:55:27+00:00 Putri Kristyaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep putri.kristyaningsih@iik.ac.id Open Journal Systems <div> <p><strong>Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan </strong>adalah jurnal imiah bidang kesehatan yang berisi literatur ilmiah tentang kajian penelitian murni maupun terapan dalam kesehatan serta tinjauan perkembangan teori, metode dan ilmu terapan yang berkaitan dengan bidang kesehatan.</p> <p><strong>Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan </strong>diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan <a href="http://ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/admin/iik.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri</a>. Kami mengundang para peneliti, praktisi maupun mahasiswa dalam bidang kesehatan untuk menulis perkembangan ilmu. </p> <p><strong>Jurnal Peneliitian Ilmu Kesehatan </strong>terbit sebanyak 1 (satu) kali dalam setahun pada bulan Agustus. Jurnal ini berisi artikel penelitian dan studi empiris. Semua publikasi bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan</p> </div> https://ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/87 Optimalisasi TENS, ES, dan Terapi Latihan pada Post Hip Arthroplasty untuk Meningkatkan Kekuatan Otot dan Lingkup Gerak Sendi 2026-01-20T02:36:58+00:00 Alfanza Bintang Fajar alfanzabintang@gmail.com Abidah Chiara Hulwa abidahchiara01012005@gmail.com Anung Latifa Taran anungtaran@gmail.com Eka Bayu Septi Wibowo ekabayusepti96@gmail.com Arshy Prodyanatasari arshy.prodyanatasari@iik.ac.id Whida Rahmawati whida.rahmawati@iik.ac.id <p><strong><em>Background: </em></strong><em>: Femoral neck fractures treated with hip arthroplasty often leave behind problems such as pain, muscle weakness, and limited joint range of motion. Physiotherapy rehabilitation is necessary to speed post-operative recovery. <strong>Objective: </strong>This study aims to determine the effect of a combination of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Electrical Stimulation (ES), and exercise therapy on pain, muscle strength, and range of motion in post-hip arthroplasty patients. </em><strong><em>Method</em></strong><em> The study used a case study design on a patient diagnosed with post-hip arthroplasty due to a left femoral neck fracture at Gambiran Regional Hospital, Kediri. The inclusion criteria were pain in the incision area, a Garden fracture severity level of III–IV, and no serious comorbidities. Physiotherapy intervention was carried out six times with a frequency of three times per week. Modalities included TENS, ES, and exercises (static contraction, AAROM, resisted exercise, and functional training). Evaluation used the Numeric Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), and a goniometer. After six therapy sessions, there was a decrease in pain on movement from a score of 6 to 5, without an increase in muscle strength (MMT remained at 3). Joint range of motion increased from 70° to 75° in the sagittal plane. <strong>Conclusion: </strong>A combination of TENS, ice, and exercise therapy can help reduce pain and improve joint range of motion in patients after hip arthroplasty. However, improving muscle strength requires longer-term, ongoing intervention</em></p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes ) https://ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/98 Self Disclosure Pada Korban Pelecehan Seksual: Studi Kualitatif Fenomenologi Pada Korban Pelecehan Seksual Usia Dewasa Awal 2026-01-20T01:54:44+00:00 Rahmaningsi Chahyani rchahyaniii@gmail.com Tarmizi Thalib tarmizi.thalib@universitasbosowa.ac.id Muh. Fitrah Ramadhan Umar m.fitrahramadhan@universitasbosowa.ac.id <p><span class="fontstyle0"><strong>Latar Belakang:</strong> </span><span class="fontstyle2">Kasus pelecehan seksual di Indonesia masih menunjukkan angka yang tinggi dan berdampak besar terhadap kondisi fisik, psikologis, serta sosial korban, khususnya pada usia dewasa awal. Salah satu dampak psikologis yang sering dialami korban adalah kesulitan dalam melakukan </span><span class="fontstyle3">self disclosure </span><span class="fontstyle2">atau pengungkapan diri akibat rasa takut, malu, dan stigma dari lingkungan sosial. </span><span class="fontstyle0"><strong>Tujuan:</strong> </span><span class="fontstyle2">Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses </span><span class="fontstyle3">self-disclosure </span><span class="fontstyle2">pada korban pelecehan seksual usia dewasa awal. </span><span class="fontstyle0"><strong>Metode:</strong> </span><span class="fontstyle2">Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Responden terdiri atas 2 orang korban yang pernah mengalami pelecehan seksual berupa penyerangan seksual dan sentuhan bagian sensitif. Responden telah mengisi </span><span class="fontstyle3">informed consent </span><span class="fontstyle2">sebagai bentuk persetujuan</span><span class="fontstyle3">. </span><span class="fontstyle2">Lokasi penelitian berada di rumah subjek. Data dikumpul dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah </span><span class="fontstyle3">reduksi data, data display dan conclusion drawing. </span><strong><span class="fontstyle0">Hasil: </span></strong><span class="fontstyle2">penelitian ini menunjukkan bahwa </span><span class="fontstyle3">self-disclosure </span><span class="fontstyle2">pada korban pelecehan seksual usia dewasa awal dipengaruhi oleh tujuan pengungkapan diri (</span><span class="fontstyle3">intention</span><span class="fontstyle2">), kepercayaan, serta kebutuhan akan dukungan emosional dari orang terdekat. Kedua subjek melakukan </span><span class="fontstyle3">self-disclosure </span><span class="fontstyle2">secara bertahap dengan variasi pada jumlah (</span><span class="fontstyle3">amount</span><span class="fontstyle2">), muatan emosi (</span><span class="fontstyle3">valence</span><span class="fontstyle2">), kejujuran (</span><span class="fontstyle3">honesty-accuracy</span><span class="fontstyle2">), dan kedalaman (</span><span class="fontstyle3">intimacy</span><span class="fontstyle2">), yang disesuaikan dengan kondisi emosional dan tingkat kedekatan dengan pihak penerima cerita. </span><span class="fontstyle0"><strong>Kesimpulan:</strong> </span><span class="fontstyle2">Proses </span><span class="fontstyle3">self-disclosure </span><span class="fontstyle2">memberikan dampak positif berupa berkurangnya beban emosional, meskipun masih ditemukan hambatan berupa trauma, ketakutan, dan keterbatasan keterbukaan kepada pihak tertentu, khususnya keluarga inti.</span></p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes ) https://ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/99 Analisis Penerapan Higiene Dan Sanitasi Pada Proses Penyajian Makanan Dengan Jumlah Bakteri Escherichia Coli Pada Sambal Tumpang Di Kota Kediri 2026-01-20T02:34:54+00:00 Denis Melati denis.melati@iik.ac.id Yoanita Indra Kumala Dewi yoanitaikd@iik.ac.id Evi Novianti Ramadhani evinoviantir@gmail.com Arya Ulilalbab arya.ulilalbab@iik.ac.id Marianingsih Marianingsih marianingsih@iik.ac.id <p><strong>Latar belakang: </strong>Kota Kediri merupakan kota yang dikenal dengan sentra kuliner nasi tumpang atau pecel tumpang. Pecel tumpang merujuk pada nasi yang ditambahkan dengan sambal tumpang dan sayuran pecel. Sedangkan sambal tumpang merupakan makanan khas Kediri yang terbuat dari tempe ’semangit’ atau busuk. Saat proses pengolahan dan penyajian sambal tumpang, penjamah makanan sering kali tidak menggunakan APD secara lengkap dan tidak mencuci tangan sebelum menyajikan. Hal tersebut dapat menjadi sumber kontaminan bakteri, salah satunya bakteri <em>Escherichia coli</em>. Kontaminasi makanan dapat mengganggu kesehatan, sehingga penjamah makanan perlu memperhatikan higiene dan sanitasi. <strong>Tujuan: </strong>Menganalisis penerapan higiene dan sanitasi penjamah makanan pada proses penyajian makanan dengan jumlah bakteri <em>Escherichia coli</em> pada makanan sambal tumpang di Kota Kediri. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan jenis penelitian <em>cross sectional</em> dan teknik pengambilan sampel secara <em>purposive sampling</em>. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 18 sampel sambal tumpang yang didapatkan dari penjual pecel tumpang yang tersebar di Kota Kediri. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji <em>Chi square</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil uji statistik terkait hubungan antara penerapan higiene pada proses penyajian makanan dengan jumlah bakteri <em>Escherichia coli</em> mendapatkan nilai <em>p = </em>0,167 (&lt;0,05). Sedangkan hubungan antara penerapan sanitasi pada proses penyajian makanan dengan jumlah bakteri <em>Escherichia coli</em> mendapatkan hasil nilai <em>p = </em>0,725 (&lt;0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan higiene dan sanitasi pada proses penyajian makanan dengan jumlah bakteri <em>Escherichia coli</em> pada sambal tumpang di Kota Kediri.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes ) https://ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/103 Perilaku Penggunaan Internet Pada Remaja: Survei Deskriptif Pada Siswa SMK Y Kediri 2026-01-20T02:16:57+00:00 Puput Mariyati puput.mariyati@iik.ac.id Indira Mustika indira.mt@iik.ac.id <p><strong><span class="fontstyle0">Latar Belakang: </span></strong><span class="fontstyle2">Perkembangan internet yang pesat menjadikan remaja sebagai kelompok pengguna terbesar sekaligus paling rentan terhadap dampak negatif penggunaan internet. </span><strong><span class="fontstyle0">Tujuan: </span></strong><span class="fontstyle2">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penggunaan internet pada siswa remaja. </span><span class="fontstyle0"><strong>Metode:</strong> </span><span class="fontstyle2">Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei </span><span class="fontstyle3">cross-sectional</span><span class="fontstyle2">. Subjek penelitian adalah 74 siswa kelas XI SMK Y Kediri yang dipilih menggunakan </span><span class="fontstyle3">convenience sampling</span><span class="fontstyle2">. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring </span><span class="fontstyle3">(google form) </span><span class="fontstyle2">yang mencakup karakteristik penggunaan internet, meliputi media akses, frekuensi dan durasi penggunaan, tujuan penggunaan, serta dampak dan risiko penggunaan internet. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. </span><strong><span class="fontstyle0">Hasil</span></strong><span class="fontstyle2"><strong>:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa menggunakan internet melalui </span><span class="fontstyle3">smartphone </span><span class="fontstyle2">(53%) dengan durasi penggunaan yang tergolong berlebihan (92%), yaitu lebih dari dua jam per hari. Tujuan utama penggunaan internet adalah menonton YouTube (36%), komunikasi (26%), dan bermain </span><span class="fontstyle3">game </span><span class="fontstyle2">(18%). Sebagian siswa mengalami kesulitan mengendalikan penggunaan internet serta merasakan dampak negatif seperti kebosanan (27%), kelelahan mata (9%), dan masalah emosi (8%). Selain itu, ditemukan paparan konten pornografi (61%) dan minimnya aturan penggunaan internet dari orang tua (58%). </span><span class="fontstyle0"><strong>Kesimpulan:</strong> </span><span class="fontstyle2">Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun internet memberikan manfaat, perilaku penggunaan internet pada remaja juga mengandung risiko yang memerlukan pengawasan orang tua dan edukasi yang lebih optimal. Perilaku penggunaan internet pada remaja memiliki dua sisi, yaitu sebagai sarana yang bermanfaat sekaligus berisiko, sehingga diperlukan upaya pengawasan, edukasi, dan pengembangan literasi digital agar remaja dapat menggunakan internet secara sehat, bijak, dan produktif</span> </p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes ) https://ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/104 Pengaruh Penambahan Tepung Tulang Ikan Lele Sebagai Kalsium Terhadap Daya Terima Tempe Kedelai 2026-01-21T07:56:16+00:00 Dewi Annisa Dewianisanich@gmail.com Cucuk Suprihartini cucuksuprihartini@gmail.com Rizka M. Sholichah rizka.msholichah@gmail.com Mirthasari Palupi college.mirthasaripalupi@gmail.com Enny Kuswinarti cucuksuprihartini@gmail.com Siska cucuksuprihartini@gmail.com 2026-02-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes ) https://ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/86 Rehabilitasi Fisioterapi Pasca Hip Arthroplasty dengan Kombinasi TENS dan Terapi Latihan 2026-01-21T00:40:25+00:00 Ainaya Putri Cahyani nayaputrii2905@gmail.com Muhammad Azharul Albab muhammadazharulalbab23@gmail.com Rahma Agustin Nirbayanti rhmagstn42@gmail.com Arshy Prodyanatasari arshy.prodyanatasari@iik.ac.id Whida Rahmawati whida.rahmawati@iik.ac.id <p><strong><span class="fontstyle0">Latar belakang: </span></strong><span class="fontstyle2">Penatalaksanaan fisioterapi pasca operasi Hip Arthroplasty sangat penting untuk mengurangi nyeri, mempertahankan kekuatan otot, serta meningkatkan mobilitas fungsional pasien. </span><span class="fontstyle0"><strong>Tujuan:</strong> </span><span class="fontstyle2">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gabungan TENS dan latihan fungsional dalam mengurangi nyeri, mempertahankan kekuatan otot, serta meningkatkan lingkup gerak sendi pada pasien pasca operasi. </span><strong><span class="fontstyle0">Metode: </span></strong><span class="fontstyle2">Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 83 tahun dengan kondisi </span><span class="fontstyle3">Post Hip Arthroplasty Sinistra </span><span class="fontstyle2">akibat </span><span class="fontstyle3">Fraktur Collum Femur </span><span class="fontstyle2">di RSUD Gambiran Kediri. Intervensi fisioterapi yang diberikan meliputi </span><span class="fontstyle3">Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation </span><span class="fontstyle2">(TENS) dan terapi latihan. <strong>Hasil:</strong> Hasil evaluasi setelah tiga sesi terapi dalam rentang 1 bulan menunjukkan penurunan nyeri berdasarkan </span><span class="fontstyle3">Numerical Rating Scale </span><span class="fontstyle2">(NRS) dari skor 6 menjadi 5 saat gerak, serta dari skor 4 menjadi 3 pada nyeri tekan. Lingkup gerak sendi (LGS) pada fleksi hip meningkat dari 70° menjadi 75°, sementara kekuatan otot tetap stabil pada grade 3 tanpa penurunan lebih lanjut. </span><strong><span class="fontstyle0">Kesimpulan: </span></strong><span class="fontstyle2">Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi TENS dan terapi latihan efektif dalam mengurangi nyeri, mencegah atrofi otot, dan meningkatkan fungsi mobilitas pasien. Faktor dukungan keluarga dan kepatuhan pasien juga turut memengaruhi keberhasilan terapi. Pendekatan multimodalitas fisioterapi dapat menjadi strategi rehabilitasi yang bermanfaat bagi pasien pasca hip </span><span class="fontstyle3">arthroplasty </span><span class="fontstyle2">untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup.</span> </p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes )