Abstrak
Latar belakang: Penatalaksanaan fisioterapi pasca operasi Hip Arthroplasty sangat penting untuk mengurangi nyeri, mempertahankan kekuatan otot, serta meningkatkan mobilitas fungsional pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gabungan TENS dan latihan fungsional dalam mengurangi nyeri, mempertahankan kekuatan otot, serta meningkatkan lingkup gerak sendi pada pasien pasca operasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 83 tahun dengan kondisi Post Hip Arthroplasty Sinistra akibat Fraktur Collum Femur di RSUD Gambiran Kediri. Intervensi fisioterapi yang diberikan meliputi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan terapi latihan. Hasil: Hasil evaluasi setelah tiga sesi terapi dalam rentang 1 bulan menunjukkan penurunan nyeri berdasarkan Numerical Rating Scale (NRS) dari skor 6 menjadi 5 saat gerak, serta dari skor 4 menjadi 3 pada nyeri tekan. Lingkup gerak sendi (LGS) pada fleksi hip meningkat dari 70° menjadi 75°, sementara kekuatan otot tetap stabil pada grade 3 tanpa penurunan lebih lanjut. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi TENS dan terapi latihan efektif dalam mengurangi nyeri, mencegah atrofi otot, dan meningkatkan fungsi mobilitas pasien. Faktor dukungan keluarga dan kepatuhan pasien juga turut memengaruhi keberhasilan terapi. Pendekatan multimodalitas fisioterapi dapat menjadi strategi rehabilitasi yang bermanfaat bagi pasien pasca hip arthroplasty untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup.
