Abstract
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, dan jika tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler. Beberapa cara pengelolaan penyakit DM adalah melakukan terapi diet sesuai anjuran dan melakukan pemantauan kadar gula darah kadar dan HbA1c. Kondisi hiperglikemia dan peningkatan kadar HbA1c yang tidak terkontrol dapat memicu hiperfiltrasi dan hipertrofi ginjal sehingga dapat menyebabkan perubahan fungsi ginjal. Parameter gangguan fungsi ginjal dapat dideteksi melalui kadar kreatinin. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan diet dan kadar HbA1c dengan kadar kreatinin darah. Jenis Penelitian ini adalah Cross-sectional yang melibatkan sampel penelitian sebanyak 50 orang pasien dengan diagnosis medis DM tipe 2 yang menjalani perawatan rawat inap di RS Toeleongredjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi tidak mengalami komplikasi penyakit jantung dan penyakit ginjal serta sudah pernah mendapatkan edukasi gizi terkait diet DM. Data kepatuhan diet didapat dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data HbA1c dan kadar kreatinin diambil dari hasil laboratorium, untuk mengetahui hubungan antara variabel menggunakan uji Chi-square. Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat kepatuhan diet dengan kadar kreatinin darah dengan nilai 0,034 (p<0,05) dan OR 0,3 sedangkan kadar HbA1c dengan kadar kreatinin darah dengan p = 0,235 (p> 0,05). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan diet dengan kreatinin darah dengan OR 0,3 yang berarti bahwa kepatuhan diet merupakan faktor protektif terhadap kenaikan kadar kreatinin darah, serta tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar HbA1c dengan kadar kreatinin darah.
References
Adi, S. (2019). Epidemiologi dan faktor risiko diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 6(2), 47–55. https://doi.org/10.7454/jpdi.v6i2.301
American Diabetes Association. (2022). Standards of medical care in diabetes—2022. Diabetes Care, 45(Suppl. 1), S1–S264. https://doi.org/10.2337/dc22-Sint
International Diabetes Federation. (2021). IDF diabetes atlas (10th ed.). https://www.diabetesatlas.org
Kemenkes RI. (2018). Hasil utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.
Kesuma, S., Azahra, S., & Rahmah, A. D. S. (2023). Evaluasi kadar kreatinin dan mikroalbumin dengan kadar HbA1c <6% pada pasien diabetes mellitus di Samarinda. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 5(2), 330–337. https://doi.org/10.33084/bjmlt.v5i2.4790
Maan, H. B., Butt, N. F., Waseem, H. M. A., & Shahid, A. (2021). Effect of glycated hemoglobin (HbA1c) and duration of disease on lung functions in type 2 diabetic patients. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(13), 6970. https://doi.org/10.3390/ijerph18136970
Manutama, P. A. A., Arjita, I. P. D., Saputra, I. P. B. A., & Bagiansah, M. (2024). Hubungan lama sakit, tingkat pendidikan, motivasi pasien, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Kabupaten Badung Bali. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 4(6), 2323–2334.
Marume, A., Chidoko, E., & Chirenda, J. (2025). Dietary interventions and glycaemic control in type 2 diabetes: A systematic review and meta-analysis. Journal of Public Health in Africa, 16(1), 1325. https://doi.org/10.4102/jphia.v16i1.1325
Masyeni, S., Anggrina, N. N. P., & Udiyani, D. P. C. (2022). Korelasi kadar HbA1c dengan kadar kreatinin dan ureum pada pasien diabetes mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Karangasem. Hang Tuah Medical Journal, 20(1), 35–47.
Mentari, I. N. H. I. (2019). Hubungan perilaku hidup sehat dengan peningkatan kadar kreatinin pada penderita diabetes melitus. Media of Medical Laboratory Science, 1(2).
Ogurtsova, K., da Rocha Fernandes, J. D., Huang, Y., Linnenkamp, U., Guariguata, L., Cho, N. H., Cavan, D., Shaw, J. E., & Makaroff, L. E. (2017). IDF Diabetes Atlas: Global estimates for the prevalence of diabetes for 2015 and 2040. Diabetes Research and Clinical Practice, 128, 40–50. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2017.03.024
Padma, I. G. A. P. W. S., Arjani, I. A. M. S., & Jirna, I. N. (2017). Gambaran kadar kreatinin serum pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Meditory: The Journal of Medical Laboratory, 5(2), 107–117.
PERKENI. (2024). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2024. PB PERKENI.
Prawinda, Y. D., Minahussanyyah, Ningrum, D. E. S., Listiana, Mujirahayu, V., Noviana, D. W., Zuliyanti, E., Devica Permatajaya, K. K., & Pranata, S. (2024). Penatalaksanaan lima pilar diabetes melitus oleh diabetisi: Studi fenomenologi. Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA), 3(1), 12–25. https://doi.org/10.55887/nrpm.v3i1.52
Pramayudi, N. (2021). Gambaran kepatuhan diet pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat [Skripsi]. Universitas Andalas.
Pujiastuti, W. L. (2018). Estimasi kadar kreatinin metode Jaffe-modifikasi pada simulasi serum ikterik [Skripsi]. Sekolah Tinggi Analisis Bakte Asih Bandung.
Rahmawati, M., Qodir, A., & Wulandari, A. T. (2024). Kepatuhan diet dan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2: Studi cross-sectional. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 9530–9538. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i3.33406
Rokim, M. A. (2020). Pengaruh kadar HbA1c darah dengan kadar kreatinin plasma pada pasien diabetes melitus di Klinik Bandar Lor Kota Kediri. Jurnal Sintesis, 1(1), 1–8.
Saeedi, P., Petersohn, I., Salpea, P., Malanda, B., Karuranga, S., Unwin, N., Colagiuri, S., Guariguata, L., Motala, A. A., Ogurtsova, K., Shaw, J. E., Bright, D., & Williams, R. (2019). Global and regional diabetes prevalence estimates for 2019 and projections for 2030 and 2045: Results from the International Diabetes Federation Diabetes Atlas (9th ed.). Diabetes Research and Clinical Practice, 157, 107843. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2019.107843
Saleem, M. A. (2012). New insights into glomerular filtration barrier mechanics and pathogenesis of proteinuria. Clinical Journal of the American Society of Nephrology, 7(8), 1236–1244.
Susilawati. (2019). Hubungan usia, jenis kelamin, dan hipertensi dengan kejadian DM tipe 2 di Puskesmas Tugu Kecamatan Cimanggis Kota Depok. Arkesmas, 4(1).
Syauqy, A., Hsu, C.-Y., Lee, H.-A., Rau, H.-H., & Chao, J. C.-J. (2020). Association between dietary patterns and kidney function parameters in adults with metabolic syndrome: A cross-sectional study. Nutrients, 12(1), 40. https://doi.org/10.3390/nu12010040
Verdiansyah. (2016). Pemeriksaan fungsi ginjal [Skripsi Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik]. RS Hasan Sadikin Bandung.
Yenifer, B. S. (2022). Kepatuhan diet penderita diabetes melitus di UPT Puskesmas Sei Semayang Dusun VI Kecamatan Sunggal tahun 2022 [Skripsi]. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabet Medan.
Yulia. (2015). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dalam menjalankan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2 [Skripsi]. Universitas Negeri Semarang
Zebua, E., Hutasoit, M. H. J., Angraini, S., Novita, D., & Aisyah, S. (2026). Hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet dengan kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe II. Jurnal Kesmas dan Gizi, 8(2), 1357–1363.
Zulfian., Anggunan., Syuhada., & Sukma V. (2022). Hubungan kadar HbA1c dengan kadar kreatinin serum pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung tahun 2022. Medula, 11(1): 224–230.
